Kementan Gelar Evaluasi Cetak Sawah di Papua, Gubernur MDF : Jangan Sekedar Buka Lahan, Rakyat Harus Dapat Hasil
Jayapura , admediapapua.co.id – Kementerian Pertanian Republik Indonesia menggelar rapat koordinasi nasional (rakornas) evaluasi dan…
Wednesday, 18 February 2026 - 11:21 WIT
Jayapura – Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Papua melakukan audiensi dengan Gubernur Papua Matius D. Fakhiri terkait penanganan dan rencana relokasi anak-anak dari Yayasan Yatim Piatu Pembawa Terang yang menjadi korban kebakaran, Rabu (18/2).
Audiensi tersebut dipimpin oleh Kombes Pol. Andreas Tampubolon, S.I.K., M.K.P., selaku Kepala SPN Polda Papua. Dalam pertemuan itu, ia menyampaikan bahwa sejak 1 Oktober 2025, pihak SPN telah menampung anak-anak korban kebakaran tersebut selama kurang lebih empat bulan.
“Kami menampung saudara-saudara kita, adik-adik kita, anak-anak kita yang terdampak musibah kebakaran. Selama ini kegiatan pengasuhan, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari dapat berjalan dengan baik,” ujar Andreas.

Ia menjelaskan, keterbatasan fasilitas penginapan di lingkungan SPN menjadi alasan utama perlunya relokasi. Oleh karena itu, pihaknya melaporkan perkembangan kondisi anak-anak kepada Gubernur Papua.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Papua menegaskan bahwa dalam satu hingga dua hari ke depan akan dilakukan relokasi terhadap anak-anak Yayasan Yatim Piatu Pembawa Terang. Namun, sebelum relokasi dilakukan, pemerintah akan memastikan terlebih dahulu status tanah dan kepemilikannya.
“Setelah status tanah dipastikan, baru akan dilakukan peremajaan bangunan atau pembangunan yang baru,” jelas Andreas menirukan penyampaian Gubernur.

Relokasi akan dikoordinasikan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Sosial Provinsi Papua. Gubernur juga menegaskan agar lokasi relokasi tidak terlalu jauh dari tempat tinggal awal sebelum kebakaran.
“Beliau berharap lokasi relokasi mendekati tempat tinggal sebelumnya, yaitu di wilayah Koya atau Hotekam, dan tidak diambil alih terlalu jauh oleh Pemerintah Provinsi,” tambahnya.
Sementara itu, hingga saat ini seluruh anak tetap dapat bersekolah dengan baik karena difasilitasi kendaraan oleh Dinas Perhubungan, baik untuk rute berangkat maupun pulang sekolah.
“Apalagi mereka sudah mendekati masa ujian. Kami berharap tidak ada hambatan terhadap status dan proses belajar mereka,” tutup Andreas.(***)
Posted in Pemerintahan
Jayapura , admediapapua.co.id – Kementerian Pertanian Republik Indonesia menggelar rapat koordinasi nasional (rakornas) evaluasi dan…
Jayapura, admediapapua.co.id – Pemerintah Provinsi Papua melakukan penyesuaian target program cetak sawah rakyat tahun 2026…
Jayapura/Biak , admediapapua.co.id – Pemerintah Provinsi Papua terus mendorong pengembangan sektor kelautan dan perikanan sebagai…
JAYAPURA , admediapapua.co.id – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Papua, Ny. Ra’fatul Mulkiyah Matius Fakhiri,…
Jayapura, admediapapua.co.id – Musibah kebakaran kembali melanda kawasan Mandala, Kota Jayapura, tepatnya di bagian belakang…
Leave a Reply