FDS 2026 Resmi Ditutup, 15 Ribu Pengunjung Padati Kalkote, ini Pesan MDF
JAYAPURA , admediapapua.co.id – Festival Danau Sentani (FDS) ke-15 tahun 2026 yang berlangsung selama 3–5…
Sunday, 06 September 2026 - 01:31 WIT

JAYAPURA , admediapapua.co.id – Festival Danau Sentani (FDS) ke-15 tahun 2026 yang berlangsung selama 3–5 September di Pantai Wisata Kalkote, Distrik Sentani Timur, resmi ditutup oleh Matius D. Fakhiri, Sabtu (5/9/2026) malam.
Penutupan festival berlangsung meriah dengan lonjakan pengunjung yang membludak hingga mencapai sekitar 15.000 orang, memadati kawasan Kalkote sejak sore hingga malam hari. Antusiasme masyarakat tersebut menjadi bukti kuat bahwa FDS tetap menjadi magnet budaya terbesar di Papua.
Dalam sambutannya, Gubernur yang akrab disapa MDF itu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan festival, mulai dari pemerintah daerah, panitia, masyarakat adat, hingga para seniman dan pelaku budaya.
“Festival ini bukan sekadar seremonial, tetapi wujud nyata kebersamaan dalam menjaga dan menghidupkan budaya Papua,” ujar Fakhiri.

Ia menegaskan, selama pelaksanaan festival, Danau Sentani tidak hanya menjadi ruang geografis, tetapi juga ruang budaya dan ruang perjumpaan lintas komunitas di Tanah Papua.
Beragam pertunjukan seni seperti tarian tradisional, musik daerah, hingga karya kreatif masyarakat kampung turut mewarnai festival. Bahkan, ajang ini juga memberikan ruang bagi pelaku ekonomi kreatif sekaligus mendorong perlindungan karya melalui pengakuan kekayaan intelektual.
Mengangkat tema “Budayaku adalah Hidupku”, Fakhiri menilai budaya bukan sekadar warisan, melainkan identitas yang harus terus dijaga dan diwariskan lintas generasi.
“Budaya adalah jembatan antara generasi tua dan muda. Generasi muda Papua harus bangga dengan identitasnya,” tegasnya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk terus mempelajari bahasa daerah, seni, cerita rakyat, dan berbagai kearifan lokal agar tidak tergerus modernisasi.
Selain sebagai ajang pelestarian budaya, FDS juga dinilai memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Kehadiran ribuan pengunjung membuka peluang bagi pelaku UMKM, seniman, dan komunitas lokal untuk berkembang.

Hal ini, menurutnya, sejalan dengan visi Papua “Cerah” yang menekankan pembangunan berbasis kecerdasan, kesejahteraan, dan harmoni.
“Papua tidak bisa dibangun oleh pemerintah saja. Semua pihak harus terlibat,” ujarnya.
Di akhir sambutan, Fakhiri menegaskan bahwa meski festival telah berakhir, semangat untuk menjaga budaya harus terus hidup.
“Festival boleh selesai malam ini, tetapi semangatnya jangan pernah berhenti,” katanya.
Ia berharap Festival Danau Sentani tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga gerakan bersama untuk memastikan budaya Papua tetap lestari, berkembang, dan memberi manfaat bagi generasi mendatang.(***)
Posted in Sosial & Budaya
JAYAPURA , admediapapua.co.id – Festival Danau Sentani (FDS) ke-15 tahun 2026 yang berlangsung selama 3–5…
Sentani, admediapapua.co.id – Festival Danau Sentani (FDS) XV Tahun 2026 resmi dibuka oleh Wakil Menteri…
JAYAPURA, admediapapua.co.id – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, resmi membuka Pra Festival Danau Sentani (FDS)…
JAYAPURA ,admediapapua.co.id – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Tanaman Pangan,…
JAYAPURA , admediapapua.co.id – Malam di Kotaraja seakan berubah menjadi panggung peradaban, ketika Malam Puncak…
Leave a Reply