Gubernur Fakhiri Minta Beras dari Senggi Pakai Nama Kampung dan Bahasa Adat

FAV AD Media Papua (1)

AD Media Papua - Jurnalis

Monday, 07 September 2026 - 11:11 WIT

Senggi, — Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mendorong hasil produksi padi dari Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, memiliki identitas lokal.

Fakhiri meminta beras yang nantinya dihasilkan dari kawasan cetak sawah rakyat tidak menggunakan nama umum, tetapi memakai nama kampung atau bahasa adat setempat.

Hal itu disampaikan Fakhiri saat melakukan penanaman padi perdana pada program cetak sawah rakyat di Senggi, Senin (7/9/2026).

Menurut dia, pemberian nama lokal bukan sekadar persoalan merek. Identitas tersebut diharapkan menjadi kebanggaan sekaligus pemicu semangat masyarakat untuk terus mengembangkan pertanian.

“Beras yang dihasilkan nanti harus mempunyai nama kampung atau nama dalam bahasa adat setempat,” ujar Fakhiri.

Ia berharap produk tersebut nantinya tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar, tetapi berkembang menjadi produk unggulan dari Senggi.

Fakhiri menilai Senggi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan agrobisnis. Posisi wilayah tersebut juga dinilai strategis sebagai jalur penghubung menuju kawasan pegunungan Papua.

Selain padi, masyarakat diminta mengembangkan komoditas lain, seperti jagung dan tanaman hortikultura.

Diversifikasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membantu pemerintah menekan inflasi di Papua.

Fakhiri mengatakan pemerintah provinsi akan memberikan perhatian terhadap pembangunan sektor pertanian di wilayah tersebut.

Ia berharap masyarakat adat dapat menjadi pelaku utama pengelolaan lahan pertanian sehingga manfaat ekonomi dari program tersebut kembali kepada masyarakat setempat.

“Tanah dan sawah ini milik masyarakat. Karena itu masyarakat harus menjadi pengelolanya,” katanya. (***)

WhatsApp Image 2026-05-02 at 13.44.34
Gubernur Papua mengucapkan Hari Buruh tahun 20206

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Posted in

Berita Terkait

Gubernur MDF Benahi BUMD Papua, Jamkrida Disiapkan Jadi Motor Peningkatan PAD

Jayapura – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menegaskan komitmennya melakukan pembenahan menyeluruh terhadap Badan Usaha…

Gubernur MDF Lantik Komisaris–Direksi Jamkrida, Tegaskan 5 Agenda Besar untuk Perkuat UMKM Papua

Jayapura ,Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, resmi melantik Komisaris dan Direksi PT Jamkrida  Papua di Gedung Negara, Dok V, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Senin (7/9/2026). Dalam sambutannya, Fakhiri menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni jabatan, melainkan amanah besar untuk membawa Jamkrida Papua memasuki fase baru yang lebih profesisional, sehat, berintegritas, dan berorientasi pada hasil. Ia menyebut Jamkrida sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) strategis yang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Papua, khususnya dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). “Jamkrida tidak boleh hanya mengejar keuntungan, tetapi harus menjadi instrumen pembangunan daerah yang nyata,” tegasnya. Untuk itu, Gubernur memberikan lima arahan utama kepada jajaran yang baru dilantik. Pertama, memperkuat tata kelola perusahaan yang baik, transparan, dan akuntabel. Kedua, menjadikan rencana bisnis 2026 sebagai kontrak kerja yang terukur dan berbasis target. Ketiga, meningkatkan kinerja dan kesehatan perusahaan secara prudent dengan menjaga kualitas portofolio, likuiditas, serta efisiensi. Keempat, memperkuat orientasi pada UMKM melalui sinergi dengan perbankan, termasuk Bank Papua, serta pemerintah kabupaten/kota dan lembaga pembiayaan. Kelima, membangun sistem manajemen modern berbasis data dan digitalisasi untuk meningkatkan efektivitas dan transparansi. Fakhiri juga menegaskan bahwa di tengah kondisi fiskal yang menuntut efisiensi, BUMD tidak boleh menjadi beban bagi APBD. Sebaliknya, harus mampu menciptakan nilai ekonomi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pemerintah daerah. Kepada Dewan Komisaris, ia meminta agar menjalankan fungsi pengawasan secara aktif, objektif, dan independen. Sementara kepada Direksi, ia menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, serta keberanian dalam mengambil keputusan yang berorientasi hasil. Selain itu, Gubernur meminta jajaran direksi dan komisaris segera menjalankan program kerja 100 hari pertama, yang meliputi konsolidasi tata kelola, evaluasi keuangan, penguatan manajemen risiko, peningkatan penjaminan UMKM, hingga strategi peningkatan laba dan kontribusi terhadap daerah. “Ukuran keberhasilan bukan lamanya menjabat, tetapi apa yang dihasilkan. Saya minta bekerja dengan integritas, disiplin, dan memberikan manfaat nyata bagi Papua,” ujarnya. Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal percepatan transformasi Jamkrida Papua dalam mendukung visi Pem rintah Provinsi Papua menuj Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis.(***)

Papua Targetkan Produksi Padi 10 Ton per Hektare dari Cetak Sawah Rakyat di Keerom

Senggi, admediapapua.co.id – Pemerintah Provinsi Papua menargetkan produktivitas padi hingga 10 ton per hektare melalui…

Gubernur MDF Minta Warga Adat Kelola Sendiri Tanah dan Sawah, Jangan Disewakan

Senggi,— Gubernur Papua Matius D. Fakhiri meminta masyarakat adat di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, mengelola…

Gubernur MDF Warning Pengelola Alat Pertanian: Jangan Disewakan ke Petani

Senggi, — Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengingatkan pengelola alat dan mesin pertanian (alsintan) yang…

Berita Lainnya

Tag Populer

Berita Terbaru

Berita Populer

AD Media Papua Channel

7469859962491193018
× Iklan