Gubernur MDF Benahi BUMD Papua, Jamkrida Disiapkan Jadi Motor Peningkatan PAD
Jayapura – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menegaskan komitmennya melakukan pembenahan menyeluruh terhadap Badan Usaha…
Monday, 07 September 2026 - 11:20 WIT

Senggi, — Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengingatkan pengelola alat dan mesin pertanian (alsintan) yang diberikan pemerintah agar tidak menyewakannya kepada masyarakat.
Peringatan itu disampaikan Fakhiri saat penanaman padi perdana pada program cetak sawah rakyat di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Senin (7/9/2026).
Fakhiri menegaskan, berbagai peralatan pertanian yang diberikan pemerintah merupakan fasilitas untuk membantu masyarakat mengembangkan lahan pertanian.
Karena itu, alat tersebut harus digunakan untuk kepentingan petani dan kelompok masyarakat, bukan menjadi sumber keuntungan pribadi pengelola.
“Alat-alat ini Bapak Presiden kasih untuk mengelola masyarakat. Jangan coba-coba mengambil sewa barang-barang ini,” tegas Fakhiri.

Ia meminta alat pertanian digunakan secara bersama-sama dan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membuka lahan maupun mengembangkan sawah.
Fakhiri juga meminta masyarakat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk menggarap lahan mereka sendiri.
Menurut dia, pengembangan pertanian di Senggi tidak cukup hanya dengan mencetak sawah. Pemerintah perlu memastikan masyarakat memiliki sarana produksi dan infrastruktur pendukung.
Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum segera mengecek sumber air dan menyiapkan kebutuhan irigasi maupun embung di kawasan pertanian.
Langkah tersebut dinilai penting agar sawah yang sudah dibangun dapat terus berproduksi dan tidak berhenti setelah panen pertama.
Fakhiri berharap seluruh pihak, termasuk masyarakat adat, pemerintah distrik, dinas teknis dan aparat kampung, bekerja bersama menjaga keberlanjutan program pertanian di Senggi.
Program tersebut, kata dia, merupakan bagian dari upaya membangun ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat Papua. (***)
Posted in Pemerintahan
Jayapura – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menegaskan komitmennya melakukan pembenahan menyeluruh terhadap Badan Usaha…
Jayapura ,Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, resmi melantik Komisaris dan Direksi PT Jamkrida Papua di Gedung Negara, Dok V, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Senin (7/9/2026). Dalam sambutannya, Fakhiri menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni jabatan, melainkan amanah besar untuk membawa Jamkrida Papua memasuki fase baru yang lebih profesisional, sehat, berintegritas, dan berorientasi pada hasil. Ia menyebut Jamkrida sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) strategis yang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Papua, khususnya dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). “Jamkrida tidak boleh hanya mengejar keuntungan, tetapi harus menjadi instrumen pembangunan daerah yang nyata,” tegasnya. Untuk itu, Gubernur memberikan lima arahan utama kepada jajaran yang baru dilantik. Pertama, memperkuat tata kelola perusahaan yang baik, transparan, dan akuntabel. Kedua, menjadikan rencana bisnis 2026 sebagai kontrak kerja yang terukur dan berbasis target. Ketiga, meningkatkan kinerja dan kesehatan perusahaan secara prudent dengan menjaga kualitas portofolio, likuiditas, serta efisiensi. Keempat, memperkuat orientasi pada UMKM melalui sinergi dengan perbankan, termasuk Bank Papua, serta pemerintah kabupaten/kota dan lembaga pembiayaan. Kelima, membangun sistem manajemen modern berbasis data dan digitalisasi untuk meningkatkan efektivitas dan transparansi. Fakhiri juga menegaskan bahwa di tengah kondisi fiskal yang menuntut efisiensi, BUMD tidak boleh menjadi beban bagi APBD. Sebaliknya, harus mampu menciptakan nilai ekonomi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pemerintah daerah. Kepada Dewan Komisaris, ia meminta agar menjalankan fungsi pengawasan secara aktif, objektif, dan independen. Sementara kepada Direksi, ia menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, serta keberanian dalam mengambil keputusan yang berorientasi hasil. Selain itu, Gubernur meminta jajaran direksi dan komisaris segera menjalankan program kerja 100 hari pertama, yang meliputi konsolidasi tata kelola, evaluasi keuangan, penguatan manajemen risiko, peningkatan penjaminan UMKM, hingga strategi peningkatan laba dan kontribusi terhadap daerah. “Ukuran keberhasilan bukan lamanya menjabat, tetapi apa yang dihasilkan. Saya minta bekerja dengan integritas, disiplin, dan memberikan manfaat nyata bagi Papua,” ujarnya. Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal percepatan transformasi Jamkrida Papua dalam mendukung visi Pem rintah Provinsi Papua menuj Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis.(***)
Senggi, admediapapua.co.id – Pemerintah Provinsi Papua menargetkan produktivitas padi hingga 10 ton per hektare melalui…
Senggi,— Gubernur Papua Matius D. Fakhiri meminta masyarakat adat di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, mengelola…
Senggi, — Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengingatkan pengelola alat dan mesin pertanian (alsintan) yang…
Leave a Reply