Ketua TP PKK Papua Ny. Ra’fatul Mulkiyah Fakhiri Ajak Generasi Muda Cegah HIV/AIDS, Kekerasan, dan Narkoba
Jayapura , admediapapua.co.id – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Papua, Ny. Ra’fatul Mulkiyah Fakhiri, mengajak…
Thursday, 25 June 2026 - 03:51 WIT

Jayapura , admediapapua.co.id – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Papua, Ny. Ra’fatul Mulkiyah Fakhiri, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melindungi generasi muda Papua dari ancaman HIV/AIDS, kekerasan, dan penyalahgunaan narkoba melalui penguatan keluarga, pendidikan, serta kolaborasi lintas sektor.
Ajakan tersebut disampaikan Ny. Ra’fatul Mulkiyah Fakhiri saat menghadiri kegiatan sosialisasi bertajuk “Bersama Cegah, Bersama Lindungi: Generasi Bebas HIV/AIDS, Anti Kekerasan, dan Anti Narkoba” yang diselenggarakan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Cenderawasih dalam rangka Dies Natalis ke-21 FKM UNCEN, Kamis (25/6/2026), di Auditorium Universitas Cenderawasih, Jayapura.
Dalam sambutannya, Ny. Ra’fatul Mulkiyah Fakhiri menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih yang memilih menghadirkan ruang edukasi dan refleksi terhadap berbagai persoalan mendasar yang tengah dihadapi masyarakat Papua.
“Atas nama Tim Penggerak PKK Provinsi Papua, saya menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih yang pada momentum Dies Natalis ke-21 ini menghadirkan ruang edukasi dan refleksi atas persoalan-persoalan mendasar yang sedang dihadapi masyarakat Papua,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan saat ini tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan infrastruktur, melainkan dari kualitas manusia yang sehat, terlindungi, dan memiliki harapan masa depan yang lebih baik.
“Keberhasilan pembangunan sesungguhnya diukur dari kualitas manusianya. Seberapa sehat penduduknya, seberapa terlindungi perempuan dan anak-anaknya, serta seberapa kuat keluarga-keluarganya. Tema yang kita bahas hari ini menyentuh inti dari pembangunan manusia Papua,” katanya.
Ny. Ra’fatul Mulkiyah Fakhiri mengungkapkan bahwa Papua masih menghadapi tantangan serius dalam bidang kesehatan masyarakat dan perlindungan sosial. Berdasarkan data hingga Desember 2025, tercatat sebanyak 25.678 kasus HIV/AIDS di Provinsi Papua.
“Angka tersebut bukan sekadar statistik epidemiologi. Di balik setiap angka terdapat individu, keluarga, dan masa depan yang sedang berjuang menghadapi dampak sosial maupun kesehatan dari penyakit tersebut,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kelompok usia produktif 25 hingga 49 tahun menjadi kelompok yang paling terdampak, sehingga persoalan HIV/AIDS tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menyangkut produktivitas, kualitas sumber daya manusia, ketahanan keluarga, dan keberlanjutan pembangunan daerah.
Selain itu, Ny. Ra’fatul Mulkiyah Fakhiri juga menyoroti tingginya angka kekerasan terhadap anak di Papua. Berdasarkan data Simfoni PPA, sepanjang tahun 2024 terdapat 100 kasus kekerasan terhadap anak, sementara pada tahun 2025 masih tercatat 75 kasus.
“Yang perlu menjadi perhatian kita bersama adalah bahwa bentuk kekerasan seksual menempati proporsi tertinggi dibandingkan bentuk kekerasan lainnya. Sebagian besar korban berada pada kelompok usia 13 hingga 17 tahun, usia yang seharusnya sedang membangun cita-cita dan masa depan,” tegasnya.
Menurutnya, HIV/AIDS, kekerasan terhadap anak, dan penyalahgunaan narkoba merupakan persoalan yang saling berkaitan dan tidak dapat diselesaikan secara terpisah. Oleh karena itu, keluarga harus menjadi pusat strategi pembangunan manusia.
“Ketika keluarga kuat, maka anak-anak terlindungi. Ketika anak-anak terlindungi, pendidikan berjalan lebih baik. Ketika pendidikan berjalan baik, kualitas sumber daya manusia meningkat, dan pembangunan daerah dapat bergerak lebih cepat serta berkelanjutan,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Ny. Ra’fatul Mulkiyah Fakhiri juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam melindungi generasi muda Papua. Menurutnya, pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, organisasi kemasyarakatan, lembaga keagamaan, media massa, dunia usaha, dan keluarga harus berjalan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang ada.
“Kampus tidak bisa bekerja sendiri, sekolah tidak bisa bekerja sendiri, dan PKK juga tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan untuk melindungi generasi Papua,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan sosialisasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi awal dari gerakan intelektual dan gerakan sosial yang lebih besar dalam upaya melindungi generasi Papua.
“Mari kita jadikan momentum Dies Natalis ke-21 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih sebagai momentum memperkuat komitmen bersama. Tidak boleh ada anak Papua yang kehilangan masa depannya karena kekerasan, tidak boleh ada generasi muda Papua yang kehilangan harapannya karena narkoba, dan tidak boleh ada keluarga Papua yang berjuang sendirian menghadapi HIV/AIDS,” tutup Ny. Ra’fatul Mulkiyah Fakhiri.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Rektor Universitas Cenderawasih, Dekan FKM UNCEN beserta civitas akademika, narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta para mahasiswa, pelajar, guru, orang tua, dan peserta sosialisasi lainnya.(***)
Posted in Pemerintahan
Jayapura , admediapapua.co.id – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Papua, Ny. Ra’fatul Mulkiyah Fakhiri, mengajak…
Jayapura, admediapapua.co.id – Pemerintah Provinsi Papua terus mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk meningkatkan…
Jayapura, admediapapua.co.id – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)…
JAYAPURA, admediapapua.co.id – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Presiden Republik…
Jayapura, admediapapua.co.id – Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri mendampingi Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian…
Leave a Reply