Papua Bidik Pasar Nasional lewat Kriya, Usul Satu Rumah Adat di Kriyanusa 2027
JAKARTA , admediapapua.co.id – Dekranasda Provinsi Papua mendorong penguatan sinergi antardaerah untuk mengangkat produk kerajinan…
Sunday, 27 September 2026 - 22:54 WIT

JAKARTA , admediapapua.co.id – Dekranasda Provinsi Papua mendorong penguatan sinergi antardaerah untuk mengangkat produk kerajinan lokal ke pasar yang lebih luas. Keikutsertaan Papua dalam Kriyanusa 2026 dinilai menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa produk kriya Papua memiliki potensi bersaing di tingkat nasional.
Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua sekaligus Ketua Harian Dekranasda Papua, Ir. Irawan, MBA., MM., mengatakan ajang Kriyanusa membuka ruang bagi produk kerajinan Papua untuk mendapat perhatian lebih luas.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah kerajinan berbahan kulit kayu Papua. Produk tersebut bahkan berhasil masuk sebagai finalis dalam rangkaian Kriyanusa 2026.
“Produk yang kelihatannya sederhana, tetapi ternyata menggugah perhatian mereka di pusat,” kata Irawan.
Menurut dia, perhatian terhadap produk tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat promosi sekaligus membangun ekosistem pengembangan kerajinan daerah secara bersama-sama.
Irawan menilai pemerintah provinsi perlu memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota. Langkah itu diperlukan agar potensi unggulan dari setiap daerah dapat dipetakan, dikembangkan, dan dipromosikan secara lebih terintegrasi.
Satu Rumah Adat, 10 Booth
Untuk memperkuat identitas Papua dalam ajang pameran nasional, Irawan mengusulkan konsep berbeda pada Kriyanusa tahun depan.
Papua diharapkan tidak lagi tampil secara terpisah, melainkan hadir dalam satu kawasan yang mengusung konsep rumah adat Papua.
Konsep tersebut akan menjadi ruang bersama bagi sembilan kabupaten dan kota serta Pemerintah Provinsi Papua untuk menampilkan produk unggulan masing-masing.
“Harapannya tahun depan kita bisa muncul dengan satu rumah adat Papua, berisikan sembilan kabupaten dan kota plus provinsi, berarti sepuluh booth,” ujarnya.
Menurut Irawan, konsep tersebut dapat membuat keberagaman produk kriya Papua tampil lebih terarah sekaligus memperkuat identitas daerah dalam pameran.
Setiap daerah nantinya tetap memiliki ruang untuk menampilkan karakter dan produk unggulannya, namun berada dalam satu narasi besar tentang kekayaan kriya Papua.
Buka Akses Pasar Lebih Luas
Dekranasda Papua berharap penguatan kolaborasi antardaerah tidak berhenti pada keikutsertaan dalam pameran. Sinergi tersebut diharapkan berlanjut pada pemetaan produk, pengembangan kualitas, promosi, hingga perluasan akses pasar.
Dengan potensi kerajinan yang dimiliki masing-masing daerah, Papua memiliki peluang untuk memperkenalkan lebih banyak produk berbasis bahan dan budaya lokal kepada konsumen di luar Papua.
Irawan berharap ke depan produk kerajinan Papua semakin dikenal, tidak hanya di pasar nasional, tetapi juga memiliki peluang menembus pasar internasional.
“Yang penting bagaimana kita bersama-sama mengangkat produk unggulan Papua agar semakin dikenal dan membuka pasar yang lebih luas bagi para perajin,” pungkasnya.(***)
Posted in Pemerintahan
JAKARTA , admediapapua.co.id – Dekranasda Provinsi Papua mendorong penguatan sinergi antardaerah untuk mengangkat produk kerajinan…
JAKARTA , admediapapua.co.id – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Papua turut ambil bagian dalam…
JAYAPURA , admediapapua.co.id – Pemerintah Australia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemitraan strategis dengan Pemerintah Provinsi…
Jayapura, admediapapua.co.id – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mendorong jajaran Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan…
Jayapura, admediapapua.co.id-Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mendorong para lulusan Universitas Yapis Papua (UNIYAP) untuk tidak…
Leave a Reply