Peringati Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54, TP PKK Papua Gelar Seminar Edukasi Kesehatan Remaja di Sasana Krida
JAYAPURA ,admediapapua.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tahun 2026, Tim…
Friday, 13 February 2026 - 10:42 WIT
Jayapura,admediapapua.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua bersama Universitas Cenderawasih (Uncen) menggelar rapat koordinasi guna membahas keberlanjutan program pendidikan profesi dokter di Papua. Wakil Gubernur (Wagub) Papua, Aryoko Rumaropen mengungkapkan bahwa salah satu poin utama dalam pertemuan tersebut adalah penyelesaian administrasi bagi mahasiswa program profesi dokter (KOAS).
Pihak Fakultas Kedokteran Uncen dan RS Dok II Jayapura berkomitmen untuk menyelesaikan sejumlah tunggakan mahasiswa KOAS agar mereka dapat menyelesaikan tahapan pendidikan menggunakan kurikulum lama hingga tuntas.
Dalam transformasi Rumah Sakit Pendidikan Dalam skema kerja sama yang baru, Pemprov Papua melakukan pembagian peran strategis bagi dua rumah sakit utamanya. Rumah Sakit Dok II Jayapura tetap ditetapkan sebagai rumah sakit pendidikan utama, namun akan diarahkan untuk pengembangan program pascasarjana atau spesialis.
“Sebagai langkah awal, kita akan meluncurkan program spesialis anestesi pada 27 Februari mendatang, yang akan diresmikan langsung oleh Bapak Gubernur dan Rektor Uncen,” ujar dia pada Jumat, 13 Februari 2026.
Sementara itu, Rumah Sakit Abepura kini ditunjuk sebagai pusat penyelenggaraan pendidikan bagi Koas untuk kurikulum baru.
Dengan kebijakan ini, seluruh mahasiswa kedokteran nantinya akan menjalani pendidikan profesi di RS Abepura.
Lebih lanjut, Wagub Rumaropen menekankan pentingnya peran dokter senior dan akademisi dalam mendampingi para dokter muda Papua. Ia menegaskan bahwa pengembangan SDM kesehatan lokal adalah kunci untuk melayani masyarakat Papua di masa depan.
Ia berharap kualitas pendidikan kedokteran di tanah Papua semakin meningkat dan mampu menghasilkan tenaga medis yang siap mengabdi bagi masyarakat luas.
“Harapan kita semua, para dokter yang terlibat sebagai akademisi dapat mendampingi anak-anak kita, baik yang sedang proses KOAS maupun calon dokter spesialis. Kita harus menyiapkan anak-anak kita sendiri, tidak mungkin kita terus bergantung pada pengiriman dokter dari luar Papua,” tegasnya. (***)
Posted in Kesehatan
JAYAPURA ,admediapapua.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tahun 2026, Tim…
JAYAPURA , admediapapua.co.id – Pemerintah Provinsi Papua terus memperkuat langkah percepatan penanganan stunting serta pengembangan…
JAYAPURA, admediapapua.co.id – Pemerintah Provinsi Papua terus memperkuat layanan kesehatan dengan menjadikan Rumah Sakit Umum…
JAYAPURA , admediapapua.co.id – Pemerintah Provinsi Papua menerima kabar baik dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia…
JAYAPURA, admediapapua.co.id – 20 Maret 2026 – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Gubernur…
Leave a Reply