Beri Kuliah di Unhan, Bamsoet Jelaskan Politik Bebas Aktif Indonesia

FAV AD Media Papua (1)

AD Media Papua - Jurnalis

Thursday, 08 January 2026 - 08:48 WIT

Ketua MPR RI sekaligus Dosen Tetap Pascasarjana Universitas Pertahanan RI (Unhan) Bambang Soesatyo menuturkan Indonesia menganut politik luar negeri Bebas dan Aktif. Politik luar negeri adalah sikap dan langkah yang diambil dalam hubungan internasional sebagai subyek hukum internasional, dalam rangka menghadapi masalah internasional guna mencapai tujuan nasional.
Ada dua pendapat ahli dalam memaknai politik luar negeri Bebas dan Aktif. Pertama, pandangan AW Wijaya yang menurutnya Bebas berarti tidak terikat oleh satu ideologi atau oleh satu politik negara asing atau blok negara tertentu atau negara adikuasa (super power).

Sedangkan Aktif artinya dengan sumbangan realistis kegiatan mengembangkan kebebasan persahabatan dan kerjasama internasional dengan menghormati negara lain.

“Berikutnya menurut pandangan Mochtar Kusumaatmadja, Bebas berarti Indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang pada dasarnya tidak sesuai dengan kepribadian bangsa sebagaimana dicerminkan dalam Pancasila. Aktif, berarti di dalam menjalankan kebijakan luar negerinya, Indonesia tidak bersifat pasif-reaktif atas kejadian-kejadian internasionalnya melainkan bersifat aktif,” ujar Bamsoet, dalam keterangannya, Rabu (18/9/2024).

Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan kuliah ‘Sistem Politik dan Masalah Internasional-Nasional Kontemporer’, Pascasarjana Program Studi Damai dan Resolusi Konflik, Fakultas Keamanan Nasional RI, Unhan, secara daring, di Jakarta, Rabu (18/9).

Bamsoet menjelaskan dasar hukum politik luar negeri Indonesia adalah Pembukaan dan Pasal 11 UUD NRI Tahun 1945 serta UU Nomor 37 Tahun 1999. Pertimbangan hubungan kebijakan luar negeri dan kebijakan international dilakukan berdasarkan prinsip yang melandasi tujuan kebijakan; faktor yang mengkondisikan formulasi kebijakan; institusi-institusi yang terlibat dalam penyusunan kebijakan; proses perencanaan; dinamika politik; dan kebijakan luar negeri partai politik; teknik dan instrument yang dipakai dalam pelaksanaan kebijakan.

“Tujuan Kebijakan politik luar negeri ada lima. Pertama, mempertahankan integritas negara,” ujar Ketua DPR RI ke-20 tersebut.

“Kedua, meningkatkan kepentingan ekonomi. Ketiga,menjamin keamanan nasional. Keempat, melindungi martabat nasional, dan terakhir membangun kekuatan,” sambungnya.

Bamsoeti memaparkan tujuan kebijakan mempertahankan integritas negara merupakan konsep kesatuan nasional dengan menjaga keamanan nasional yang meliputi pengelolaan, pengawasan, pengaturan wilayah negara. Termasuk mengurus warga negara di dalam dan luar negeri.

Selanjutnya, prinsip kesatuan geografis dengan memelihara hak-hak semua daerah yang dinyatakan sebagai milik negara.

Tujuan kebijakan meningkatkan kepentingan ekonomi, merupakan prinsip bahwa politik luar negeri untuk meningkatkan kemakmuran negara. Contohnya kebijakan yang diambil pada masa krisis keuangan pada tahun 1998 dan 2008.

“Berikutnya tujuan kebijakan menjamin keamanan nasional merupakan prinsip bahwa kebijakan luar negeri harus direncanakan untuk melindungi dari serangan yang menyiratkan adanya kemungkinan bahaya. Dalam kaitan itu pemerintah harus tetap menjaga batas wilayah yang utuh,” kata Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad) tersebut.

Bamsoet menambahkan tujuan kebijakan melindungi martabat nasional sama seperti individu yang menginginkan reputasi pribadi dalam masyakarat dimana mereka hidup, suatu negara pun memikirkan pengaruhnya terhadap negara lain. Menurut Harold Nicolson, tiap negara mempunyai atribut kedaulatan sehingga oleh fiksi legal disebut sebagai independen.

“Terakhir, tujuan negara membangun kekuasaan yaitu berkaitan dengan kemampuan negara memprakarsai dan mengontrol peristiwa-peristiwa dan mendapatkan hasilnya. Raja, presiden, perdana menteri adalah lembaga kekuasaan yang dapat memenangkan situasi yang merupakan hasil dari penerapan kekuasaan,” pungkasnya.

sumber: https://news.detik.com/berita/d-7547076/beri-kuliah-di-unhan-bamsoet-jelaskan-politik-bebas-aktif-indonesia.

WhatsApp Image 2026-04-04 at 09.14.13

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Posted in

Berita Terkait

Dengar Aspirasi Warga Saat Kunjungan Pekan Lalu, Gubernur Papua Realisasikan Bantuan Internet untuk Kampung Yoboi

Jayapura, admediapapua.co.id -17 April 2026 — Gubernur Papua, Matius Fakhiri, merealisasikan bantuan fasilitas internet berbasis…

Golkar Papua Bagikan Ribuan Takjil di Jayapura, Matius Fakhiri Ajak Warga Jaga Persatuan

JAYAPURA ,admediapapua.co.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Papua menggelar kegiatan berbagi…

Temui Gubernur MDF, Bawaslu Papua Sampaikan Laporan dan Kebutuhan Lembaga

JAYAPURA , admediapapua.co.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Papua melakukan audiensi dengan Gubernur…

DPW PKB Papua Dikukuhkan, Tegaskan Dukungan Penuh Kebijakan Gubernur MDF Menuju Papua Cerah

JAYAPURA, admediapapua.co.id – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri menghadiri kegiatan Pengukuhan Pengurus Dewan Pengurus Wilayah…

Isu Dana Rp 44 Miliar Viral, Ketua DPR Papua Denny Bonai: Saya Sudah Tahu Aktor-Aktornya

Jayapura, admediapapua.co.id – Polemik isu dana Rp 44 miliar yang ramai beredar di media sosial…

Berita Lainnya

Tag Populer

Berita Terbaru

Berita Populer

AD Media Papua Channel

7469859962491193018
× Iklan