Warga Syoribo Hibahkan 1,7 Hektar Tanah untuk Pembangunan Rumah Sakit di Numfor
NUMFOR, admediapapua.co.id – Kepedulian terhadap peningkatan layanan kesehatan kembali ditunjukkan masyarakat di Pulau Numfor, Kabupaten…
Friday, 22 May 2026 - 09:06 WIT

NUMFOR, admediapapua.co.id – Keterbatasan jumlah tenaga dokter masih menjadi persoalan serius dalam pelayanan kesehatan di Pulau Numfor, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap belum optimalnya layanan medis bagi masyarakat, terutama di wilayah terpencil dengan fasilitas kesehatan yang masih terbatas.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor, Daud Duwiri, mengatakan kebutuhan tenaga dokter di Pulau Numfor saat ini sangat mendesak. Sejumlah puskesmas di distrik-distrik disebut masih mengalami kekurangan tenaga medis, baik dokter umum maupun dokter dengan layanan spesialis dasar.
“Pulau Numfor masih sangat membutuhkan tambahan tenaga dokter. Saat ini jumlah tenaga medis yang tersedia belum sebanding dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar Daud Duwiri, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, dari lima puskesmas yang beroperasi di Pulau Numfor, saat ini hanya tersedia empat dokter yang bertugas. Seluruh tenaga dokter tersebut merupakan tenaga medis dari pemerintah pusat melalui program Dokter Nusantara.
“Dokter yang ada sekarang merupakan tenaga dari program pusat. Dengan kondisi geografis Numfor yang cukup menantang, jumlah ini tentu masih sangat terbatas,” katanya.
Daud berharap kunjungan Gubernur Papua ke Pulau Numfor dapat membawa perhatian lebih terhadap persoalan kesehatan yang selama ini dihadapi masyarakat kepulauan.

“Kami berharap kunjungan gubernur dapat menghadirkan solusi konkret, terutama terkait penambahan tenaga dokter dan fasilitas kesehatan di Numfor,” ucapnya.
Meski pelayanan kesehatan di Numfor telah berjalan selama 24 jam, berbagai keterbatasan masih menjadi kendala utama di lapangan. Pasien dengan kondisi kritis, misalnya, masih harus dirujuk ke Biak akibat minimnya fasilitas dan alat kesehatan di puskesmas setempat.
“Kalau ada pasien dengan kondisi darurat atau membutuhkan penanganan lebih lanjut, kami masih harus melakukan rujukan ke Biak karena alat kesehatan di sini belum memadai,” jelas Daud.
Selain dokter umum, Dinas Kesehatan Biak Numfor juga menyoroti kebutuhan tenaga kesehatan lain seperti dokter gigi, tenaga gizi, hingga analis kesehatan.

“Kami juga membutuhkan tenaga kesehatan pendukung lainnya agar pelayanan bisa lebih maksimal dan merata,” tambahnya.
Pulau Numfor sendiri merupakan wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis cukup besar. Akses transportasi yang terbatas serta distribusi tenaga kesehatan yang belum merata menjadi hambatan utama dalam pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat.
Pemerintah daerah berharap adanya sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat agar kebutuhan tenaga medis di Pulau Numfor dapat segera terpenuhi.
“Harapan kami sederhana, masyarakat Numfor bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak tanpa harus terkendala jarak dan keterbatasan tenaga medis,” tutup Daud.(***)
Posted in Kesehatan
NUMFOR, admediapapua.co.id – Kepedulian terhadap peningkatan layanan kesehatan kembali ditunjukkan masyarakat di Pulau Numfor, Kabupaten…
NUMFOR, admediapapua.co.id – Keterbatasan jumlah tenaga dokter masih menjadi persoalan serius dalam pelayanan kesehatan di…
Numfor, admediapapua.co.id – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri meminta pemerintah daerah hingga tokoh gereja memperkuat…
WAROPEN — Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menegaskan pembangunan sumber daya manusia Papua, harus dimulai…
TRIMURIS, admediapapua.co.id – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Bagusa Trimuris…
Leave a Reply