Gubernur Fakhiri Resmikan Unit Hemodialisa RSUD Abepura, Tekankan Pencegahan Penyakit Ginjal
JAYAPURA, admediapapua.co.id – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, meresmikan unit hemodialisa atau layanan cuci darah…
Thursday, 12 March 2026 - 05:36 WIT
JAYAPURA , admediapapua.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura, Kota Jayapura, menerapkan mekanisme baru dalam penanganan kekosongan obat di instalasi farmasi rumah sakit guna memastikan pelayanan kepada pasien tetap berjalan tanpa hambatan.
Direktur BLUD RSUD Abepura, dr. Daisy C. Urbinas, mengatakan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan salah satu distributor obat untuk mengantisipasi kebutuhan obat dalam situasi darurat pelayanan medis.

Menurutnya, melalui kerja sama tersebut, rumah sakit kini memiliki sistem pengadaan cepat apabila terjadi kekosongan stok obat di instalasi farmasi.
“Secara khusus untuk RSUD Abepura, kami sudah bekerja sama dengan salah satu distributor obat untuk situasi emergensi pelayanan. Jika ada obat yang stoknya habis di farmasi, maka pasien atau keluarga tidak lagi diberikan kopi resep untuk mencari obat di luar,” ujar Daisy saat ditemui di kantor gubernur, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan, dalam kondisi stok obat kosong, salinan resep pasien akan langsung ditangani oleh pihak internal rumah sakit melalui koordinasi antara instalasi farmasi, bidang teknis, bagian keuangan atau BPK rumah sakit, hingga direktur.

Dengan mekanisme tersebut, rumah sakit akan langsung menghubungi distributor untuk menyediakan obat yang dibutuhkan dan mengantarkannya langsung ke rumah sakit.
“Jadi jika stok farmasi kami habis, rumah sakit yang akan mengambil langkah dengan menghubungi distributor. Obatnya diantar langsung ke rumah sakit dan pembayarannya juga dilakukan langsung oleh rumah sakit,” jelasnya.
Daisy menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan agar pasien tidak lagi dibebani untuk mencari obat sendiri di luar rumah sakit akibat keterbatasan stok.
Ia juga mengakui bahwa beberapa waktu lalu masih ada pasien yang terlanjur menerima salinan resep untuk membeli obat secara mandiri. Namun, pihak rumah sakit telah mengganti biaya yang dikeluarkan oleh pasien tersebut.
“Kecuali beberapa minggu lalu ada masyarakat yang sempat menerima kopi resep, biaya yang mereka keluarkan sudah langsung diganti oleh RSUD Abepura,” tambahnya.
Melalui sistem ini, manajemen rumah sakit berharap pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal, terutama dalam menjamin ketersediaan obat bagi pasien yang sedang menjalani perawatan.(***)
Posted in Kesehatan
JAYAPURA, admediapapua.co.id – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, meresmikan unit hemodialisa atau layanan cuci darah…
JAYAPURA ,admediapapua.co.id – Program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (hospital based) mulai disiapkan di…
JAYAPURA , admediapapua.co.id – Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ASRSD) menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembukaan…
JAYAPURA , admediapapua.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura bersiap membuka program pendidikan dokter…
JAYAPURA , admediapapua.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura, Kota Jayapura, menerapkan mekanisme baru…
Leave a Reply