Gubernur Papua Barat Daya Buka Puasa Bersama Wartawan, Tegaskan Media Mitra Pemerintah
Sorong, admediapapua.co.id – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik…
Wednesday, 11 February 2026 - 06:50 WIT
Sorong, admediapapua.co.id – Ketua Generasi Muda Moi (GMM) tujuh suku se-Papua Barat Daya, Paulus Syufan, mempertanyakan keterlambatan pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Sorong yang dinilai hingga kini belum berjalan sebagaimana mestinya.
Hal tersebut disampaikan Paulus Syufan saat ditemui di salah satu restoran di Kabupaten Sorong, Rabu, (11/02/2026).

“Saya mempertanyakan mengapa Musrenbang daerah tingkat Kabupaten Sorong hari ini jalan di tempat? Apa yang sebenarnya menghambat? Sementara di kabupaten dan kota lain sudah melaksanakan Musrenbang dan realisasi penyerapan anggaran sudah berjalan,” ujarnya.
Menurutnya, keterlambatan tersebut berdampak langsung pada masyarakat, khususnya warga di kampung-kampung yang membutuhkan pembangunan infrastruktur dasar.
“Kita sudah masuk bulan ketiga, tapi realisasi penyerapan anggaran belum jalan. Jangan sampai ada tarik-ulur antara DPRD dan kepala daerah yang akhirnya merugikan masyarakat,” tegasnya.
Paulus menilai keterlambatan Musrenbang dan penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) berpotensi menghambat program pembangunan yang sangat dibutuhkan masyarakat.
“Kami butuh jalan, air bersih, listrik dan pembangunan lainnya di kampung-kampung. Jangan bawa kepentingan untuk mempolitisir APBD karena yang merasakan dampaknya adalah masyarakat,” katanya.
Ia meminta Bupati Sorong, OPD teknis, dan DPRD Kabupaten Sorong segera mempercepat pelaksanaan Musrenbang serta menjalankan program-program yang telah direncanakan dalam APBD tahun anggaran berjalan.
“Efisiensi tetap efisiensi, tetapi kerja-kerja pembangunan harus tetap berjalan. Pemerintah harus berada pada koridor tanggung jawabnya,” ujarnya.
Minta Transparansi dan Percepatan Realisasi Anggaran
Paulus juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau realisasi penyerapan anggaran pada kuartal pertama hingga kuartal berikutnya.
“Kota sudah jalan, provinsi sudah jalan, daerah lain sudah jalan. Kabupaten Sorong ini ada apa? Kami mempertanyakan kenapa ada keterlambatan DPA maupun Musrenbang,” katanya.
Ia mengingatkan agar keterlambatan seperti ini tidak kembali terulang di tahun-tahun mendatang, termasuk dalam pembahasan APBD Perubahan (APBD-P) yang menurutnya harus tepat waktu.
“Kami minta APBD-P dilaksanakan tepat waktu, tidak boleh mengulur lagi karena dampaknya ke masyarakat,” tegasnya.
Ia jua menegaskan jika dalam waktu dekat Musrenbang dan realisasi anggaran tidak berjalan, Paulus menyatakan Generasi Muda Moi bersama masyarakat Kabupaten Sorong siap melakukan aksi demonstrasi.
“Kami tunggu sampai bulan ini. Kalau Musrenbang tidak jalan dan penyerapan anggaran tidak ada realisasi, kami akan melakukan aksi besar-besaran mempertanyakan kinerja Pemerintah Kabupaten Sorong,” pungkasnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sorong dapat segera mengambil langkah konkret agar pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat, khususnya di wilayah kampung-kampung.[RED]
Posted in Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Pemerintahan, Sorong
Sorong, admediapapua.co.id – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik…
JAYAPURA, admediapapua.co.id – Gubernur Papua menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Majelis Wilayah…
Sorong, admediapapua.co.id – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Loka Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sorong melakukan…
Aimas, admediapapua.co.id – Kegiatan Sosialisasi Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Desa dalam mendukung program prioritas Presiden…
JAYAPURA, admediapapua.co.id – Program Mudik Gratis Angkutan Laut untuk Lebaran 2026 resmi dibuka bagi masyarakat…
Leave a Reply