Tim Ekspedisi Patriot dan ITB Kenalkan Potensi Kakao dan Pemasaran Digital Kepada Pelajar di Lereh, Papua melalui Program Ekspedisi Patriot 2026
AD Media Papua - Jurnalis
Saturday, 03 October 2026 - 00:38 WIT
Lereh, admediapapua.co.id – Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Tim 6 Program Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 dari Kementrian Transmigrasi melaksanakan kegiatan Pelatihan Kakao Preneur Muda di SMA Negeri Kaureh dan SMA Persiapan Bumi Sahaja, Yapsi, Papua. Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Pendampingan Digital Marketing Berbasis Komunitas untuk Peningkatan Daya Saing Produk Kakao di Kawasan Transmigrasi Lereh, Papua” yang diketuai oleh Dr. Hendhy Nansha, S.Ds., M.Sn., M.H. dari Direktorat Eksekutif Multi Kampus ITB.
Pelatihan Kakao Preneur Muda diselenggarakan pada 2 Oktober 2026 dan menyasar siswa SMA Negeri Kaureh dan SMA Persiapan Bumi Sahaja, Yapsi. Dalam sambutannya, Dr. Hendhy Nansha menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk membekali generasi muda dengan wawasan kewirausahaan dan keterampilan digital agar mampu melihat kakao bukan hanya sebagai komoditas pertanian, tetapi sebagai produk lokal yang memiliki peluang untuk dikembangkan melalui penciptaan nilai tambah, kewirausahaan, branding, dan pemasaran digital.
Tim 6 Ekspedisi Patriot ITB yang beranggotakan Astriva, Randi, Jose, Like, dan Anita melalui Tim Pemasaran Digital memberi pelatihan dengan topik potensi kakao bagi generasi muda, digital mindset, serta praktik fotografi, videografi, dan storytelling untuk media sosial. Para siswa diajak melihat kakao tidak hanya sebagai komoditas pertanian, tetapi juga sebagai potensi daerah yang dapat dikembangkan dan dipromosikan secara kreatif melalui media digital.
Selain mendapatkan materi, para siswa juga mengikuti praktik pembuatan konten dengan mempelajari teknik dasar pengambilan foto dan video serta cara membangun cerita yang menarik untuk media sosial.
Melalui kegiatan ini, Tim 6 Ekspedisi Patriot ITB berharap generasi muda semakin mengenal potensi kakao di daerahnya sekaligus memiliki keterampilan digital untuk ikut memperkenalkan dan mengembangkan potensi tersebut kepada masyarakat yang lebih luas.
Program ini berangkat dari potensi kakao sebagai salah satu komoditas unggulan Kawasan Transmigrasi Lereh. Hasil TEP 2025 menunjukkan bahwa kakao memiliki peluang hilirisasi dan pengembangan pasar yang tinggi. Namun, pengembangan produk masih menghadapi tantangan pada aspek pemasaran, branding, akses pasar digital, serta kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi untuk promosi dan penjualan.
Melalui Pelatihan Kakao Preneur Muda, Tim Ekspedisi Patriot 2026 berupaya menumbuhkan perspektif baru di kalangan generasi muda bahwa sektor kakao memiliki ruang yang luas bagi inovasi dan kewirausahaan. Anak muda diharapkan tidak hanya mengenal proses produksi kakao, tetapi juga memahami bagaimana kualitas produk, rantai bisnis, kreativitas, serta kemampuan membaca peluang pasar dapat meningkatkan nilai ekonomi kakao lokal.
Secara lebih luas, program pendampingan TEP 2026 di Lereh diarahkan untuk memperkuat daya saing produk kakao melalui peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan branding, promosi digital, serta perluasan akses pasar melalui media sosial dan marketplace. Program juga menekankan pembentukan ekosistem berbasis komunitas agar transformasi digital dapat terus berkembang setelah rangkaian pendampingan selesai.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, pelaku usaha, sekolah, dan pemangku kepentingan di kawasan transmigrasi, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk melahirkan generasi Kakao Preneur Muda Lereh yang mampu mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai tambah dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.(..)
Leave a Reply