Matius Fakhiri: TBC dan Malaria Jadi Pembunuh Terbesar Orang Papua
WAROPEN — Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menegaskan pembangunan sumber daya manusia Papua, harus dimulai…
Thursday, 02 April 2026 - 06:48 WIT
JAYAPURA, admediapapua.co.id – Pemerintah Provinsi Papua terus memperkuat layanan kesehatan dengan menjadikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura, sebagai rumah sakit pendidikan utama. Status ini ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Kesehatan, sekaligus membuka jalan bagi penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis di Tanah Papua.
Pelaksana Tugas Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey, mengatakan langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan pemenuhan tenaga medis.

“Pemerintah provinsi Papua melalui gubernur berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan pemenuhan sumber daya manusia,” kata Pekey di Kota Jayapura, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan, RSUD Jayapura akan segera membuka sekolah spesialis, dimulai dari bidang kebidanan dan kandungan.
“Kami sudah menerima SK Menteri Kesehatan yang menetapkan RSUD Jayapura sebagai rumah sakit penyelenggara pendidikan utama, sehingga kami bisa membuka sekolah spesialis, dimulai dari spesialis kandungan,” katanya.
Menurut Pekey, dalam dua hingga tiga bulan ke depan pihaknya akan mempersiapkan pelaksanaan pendidikan tersebut, termasuk peresmian oleh Gubernur Papua.
Program ini juga melibatkan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai institusi pengampu.
“Kami bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran UGM sebagai pengampu, sementara kami melaksanakan teknis pendidikan di lapangan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Unit Fungsional Pendidikan RSUD Jayapura, dr. Hermanus Suhartono, mengungkapkan bahwa tahapan teknis tengah disiapkan, termasuk penyusunan kurikulum dan kerja sama antar lembaga.

“Nanti akan ada pertemuan dengan Kolegium Obstetri dan Ginekologi untuk menyusun kurikulum dan bimbingan teknis bagi rumah sakit penyelenggara,” ujarnya Suhatono.
Ia menambahkan, penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Pemerintah Provinsi Papua dan UGM ditargetkan berlangsung pada pertengahan April 2026.
“Setelah itu akan dilakukan visitasi, lalu perekrutan peserta direncanakan pada Mei, dan pembekalan pada Juni atau Juli di Kementerian Kesehatan,” katanya.
Program ini diprioritaskan untuk menjawab kekurangan dokter spesialis di berbagai kabupaten di Papua.
Ke depan, RSUD Jayapura juga berencana membuka program spesialis lain seperti bedah, anak, dan penyakit dalam. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan tenaga kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan medis bagi masyarakat di wilayah Papua. (***)
Posted in Kesehatan
WAROPEN — Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menegaskan pembangunan sumber daya manusia Papua, harus dimulai…
TRIMURIS, admediapapua.co.id – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Bagusa Trimuris…
SARMI, admediapapua.co.id – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mendorong relokasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)…
PAPUA SELATAN, admediapapua.co.id – Pemerintah Provinsi Papua Selatan bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terus mendorong…
JAYAPURA, admediapapua.co.id – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan…
Leave a Reply