Gubernur Papua dan Bupati Jayapura Tinjau Maribu–Depapre, Fokus Infrastruktur, Sekolah Rakyat, dan Perikanan

FAV AD Media Papua (1)

AD Media Papua - Jurnalis

Tuesday, 17 February 2026 - 12:45 WIT

Jayapura,admediapapua.co.id – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri bersama Bupati Jayapura Yunus Wonda melakukan kunjungan kerja ke wilayah Maribu hingga Depapre untuk meninjau sejumlah titik strategis pembangunan, Selasa (17/2).

Rombongan memulai agenda dengan bertemu masyarakat di Kampung Maribu. Hadir pula perwakilan keluarga dari Sabron, Yabron, dan waibron. Dari Maribu, rombongan melanjutkan peninjauan ke Distrik Depapre dengan dua lokasi utama, yakni kawasan pelabuhan Perikanan dan Dermaga Peti Kemas. Di sela kunjungan, Gubernur juga singgah di Maribu Tua untuk melihat lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat.

Gubernur Matius D. Fakhiri mengatakan, seluruh program yang ditinjau merupakan bagian dari program nasional pemerintah pusat yang diberikan kepada daerah untuk segera direalisasikan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten.

“Semua ini adalah program dari pemerintah pusat untuk kami semua kepala daerah, baik provinsi maupun kabupaten, dan harus segera kita realisasikan. Namun yang paling penting adalah bagaimana persoalan tanah,” ujar Fakhiri.

Menurutnya, hambatan utama percepatan pembangunan di Papua masih berkaitan dengan status dan kesepakatan lahan. Karena itu, ia meminta agar persoalan tanah diselesaikan langsung dengan pemerintah, tanpa membebani perangkat teknis.

“Saya minta kalau ada persoalan, langsung dengan saya selaku gubernur. Supaya dinas di provinsi maupun kabupaten, termasuk para bupati, tidak direpotkan lagi,” tegasnya.

Normalisasi Sungai dan Perumahan

Di Kampung Maribu, pemerintah memastikan akan memulai pembangunan dengan normalisasi sungai untuk mencegah banjir dan abrasi yang selama ini kerap merendam permukiman warga.

“Kalau curah hujan tinggi, air bisa sampai setinggi perut orang dewasa. Karena itu kita mulai dari normalisasi sungai, dibantu Balai Besar dan Balai Sungai,” jelas Fakhiri.

Setelah itu, pemerintah akan membangun perumahan rakyat. Warga disebut telah menyediakan lahan dan mengusulkan pembangunan hingga 1.000 unit rumah yang akan disebar di beberapa titik sesuai kepemilikan adat dan alas hak masing-masing marga.

Sekolah Rakyat Dua Lokasi

Gubernur juga memastikan pembangunan Sekolah Rakyat di dua lokasi, yakni di Maribu Tua dan satu titik lain di wilayah kabupaten.

“Sekolah Rakyat ini akan dibangun di atas tanah milik pemerintah. Nantinya bisa menampung anak-anak dari Kertosari sampai wilayah kabupaten lain,” katanya.

Sekolah tersebut akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung agar dapat menjadi pusat pendidikan bagi masyarakat pesisir.

Perluasan Pelabuhan Perikanan

Di kawasan Perikanan Wabun, pemerintah berencana melakukan perluasan dermaga, perbaikan jalan, serta peningkatan kapasitas listrik agar cold storage dapat beroperasi optimal.

“Kalau ini hidup, dia bisa menjadi hub. Tapi harus didukung listrik, dermaga yang lebih panjang, dan perumahan untuk petugas yang menjaga,” ujarnya.

Gubernur juga berencana memperpanjang dermaga hingga 150 meter agar kapal besar bisa sandar. Nantinya, nelayan akan mendapat bantuan alat tangkap dari Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui dinas terkait.

“Ikan tidak perlu lagi busuk di pasar. Semua bisa masuk ke hub pemerintah. Putaran ekonomi bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.

Revitalisasi Pelabuhan Peti Kemas

Selain sektor perikanan, rombongan juga meninjau pelabuhan peti kemas di Depapre yang dinilai lama terbengkalai. Pemerintah berencana mengelola kembali pelabuhan tersebut agar menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau dikelola dengan baik, satu titik bisa menghasilkan hingga Rp10 miliar per tahun. Ini bisa menjadi PAD bagi provinsi dan juga bermanfaat bagi kabupaten,” kata Fakhiri.

Ia mengakui, pembangunan dan pengoperasian pelabuhan peti kemas membutuhkan waktu panjang. Karena itu, pemerintah akan mencari solusi jangka menengah dengan menggandeng Pelindo.

“Kalau bisa, kapal putih dulu yang masuk, sambil kita siapkan pembangunan peti kemas ini. Yang penting ada aktivitas supaya ekonomi masyarakat tumbuh,” ujarnya.

Harapan untuk Masyarakat

Menutup kunjungan, Gubernur mengajak masyarakat untuk membuka diri terhadap program pemerintah.

“Kalau masyarakat membuka diri, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat sendiri. Tanah-tanah ini harus menjadi pintu masuk percepatan pembangunan ekonomi di wilayah masing-masing,” pungkasnya.

Kunjungan ini menjadi bagian dari strategi percepatan pembangunan Papua melalui kolaborasi pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan masyarakat, sejalan dengan visi Papua yang maju, mandiri, dan sejahtera.(***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Posted in

Berita Terkait

BPOM Sorong Intensifkan Pengawasan Pangan Jelang Lebaran, Takjil Dipastikan Aman

Sorong, admediapapua.co.id – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Loka Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sorong melakukan…

BKN Dorong Papua Jadi Provinsi Pertama Terapkan Manajemen Talenta ASN di Wilayah Kanreg IX

JAYAPURA, admediapapua.co.id – Pemerintah Provinsi Papua didorong untuk menjadi daerah pertama di wilayah kerja Kantor…

Gubernur Papua Hadiri HLM TPID–TP2DD, Tekankan Pengendalian Inflasi dan Percepatan Digitalisasi Daerah

Jayapura, admediapapua.co.id – Gubernur Matius D Fakhiri menghadiri kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian…

Gubernur Fakhiri Usulkan 200 Kampung Nelayan Merah Putih, KKP Mulai Survei Lokasi Pembangunan

Jayapura, admediapapua.co.id – 5 Maret 2026 – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai melakukan survei…

Jayapura–Biak hingga Serui–Nabire, Ini Rute Mudik Gratis Laut 2026

JAYAPURA, admediapapua.co.id – 4 Maret 2026 – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia resmi menetapkan…

Berita Lainnya

IMG-20260205-WA0012
IMG-20260209-WA0010

Tag Populer

Berita Terbaru

Berita Populer

AD Media Papua Channel

7469859962491193018
× Iklan