Implementasi MBG di Papua Barat Daya Capai 50 Persen, Dua Kabupaten Masih Terkendala Dapur

FAV AD Media Papua (1)

AD Media Papua - Jurnalis

Tuesday, 17 February 2026 - 00:36 WIT

Sorong, admediapapua.co.id– Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Satgas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua Barat Daya, mengungkapkan bahwa pelaksanaan program MBG di wilayah Papua Barat Daya saat ini telah mencapai sekitar 50 persen.

Hal tersebut disampaikan Ahmad Nausrau saat ditemui wartawan usai kegiatan pembagian paket sembako menjelang bulan suci Ramadan di Kampung Kokoda, Kabupaten Sorong, (16/02/2026).

Menurutnya, implementasi MBG saat ini telah berjalan di sejumlah daerah, seperti Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, serta Kabupaten Raja Ampat. Namun, untuk Kabupaten Maybrat dan Kabupaten Tambrauw, program tersebut belum dapat dilaksanakan karena masih terkendala kesiapan dapur layanan.

“Secara umum implementasi MBG di Papua Barat Daya sudah mencapai 50 persen. Untuk Kota Sorong dan Kabupaten Sorong sudah berjalan, kemudian diikuti Sorong Selatan dan Raja Ampat. Sementara dua kabupaten lainnya, yakni Maybrat dan Tambrauw, saat ini belum ada yang berjalan,” jelasnya.

Ia menegaskan, Tim Satgas MBG Provinsi terus berupaya melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah setempat, Tim Satgas kabupaten, serta perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) di Papua Barat Daya agar pelaksanaan MBG di dua kabupaten tersebut segera terealisasi.

“Tergantung kesiapan dapur. Kalau dapurnya sudah siap, kemudian tim appraisal dari BGN turun melakukan validasi dan hasilnya dilaporkan, maka program ini sudah bisa langsung dijalankan,” ujarnya.

Terkait Kabupaten Raja Ampat, Ahmad Nausrau juga menjelaskan bahwa dari tiga dapur MBG yang telah beroperasi, satu di antaranya saat ini masih dihentikan sementara akibat kendala teknis dan masih menunggu arahan lebih lanjut dari BGN.

“Yang operasional saat ini ada dua dapur di Kota Waisai dan masih berjalan. Satu dapur lainnya masih menunggu arahan dari BGN untuk kembali beroperasi,” katanya.

Selain itu, ia menyebutkan bahwa dapur MBG di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Raja Ampat juga menunjukkan perkembangan positif. Sejumlah dapur telah selesai dibangun dan hanya menunggu proses appraisal dari BGN.

“Kurang lebih tujuh hingga sepuluh dapur 3T sudah siap. Tinggal menunggu tim appraisal dari BGN turun ke lapangan. Jika sudah dinyatakan layak, maka bisa langsung beroperasi,” pungkasnya.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas nasional yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi anak-anak serta kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Papua Barat Daya.[RED]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Status Hukum Kantor KPU Papua Belum Tuntas, KPU Temui Gubernur Fakhiri Bahas Legalitas Hibah

JAYAPURA, admediapapua.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua menemui Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri,…

Usai Tarawih di Masjid Nurul Huda Arso 2, Gubernur Papua Ajak Warga Jaga Toleransi

KEEROM, admediapapua.co.id – Usai melaksanakan salat tarawih berjamaah, Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, melanjutkan agenda…

Gubernur Papua Lanjutkan Safari Ramadan di Keerom, Serap Aspirasi Warga

KEEROM, admediapapua.co.id – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, melanjutkan rangkaian Safari Ramadan dengan mengunjungi Kabupaten…

Pemkot Sorong Salurkan 60 Paket Makanan Tambahan untuk Anak Stunting di Sorong Barat

Sorong, admediapapua.co.id – Pemerintah Kota Sorong bersama Tim Penggerak PKK Kota Sorong dan STIE Bukit…

Papua Cerah: Ketika Pembangunan Menyentuh Laut, Birokrasi, dan Hati Rakyat

LAPOR RAKYAT SEPEKAN (Edisi 3 – 8 Maret 2026) Jayapura, admediapapua.co.id -Ada satu pertanyaan sederhana…

Berita Lainnya

IMG-20260205-WA0012
IMG-20260209-WA0010

Tag Populer

Berita Terbaru

Berita Populer

AD Media Papua Channel

7469859962491193018
× Iklan