TPID Papua Kembali Jadi yang Terbaik di Nusampua, Andry: Stabilitas Harga Harus Berdampak ke Masyarakat
JAYAPURA , admediapapua.co.id – Pemerintah Provinsi Papua kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional atas kinerja…
Saturday, 16 May 2026 - 23:52 WIT

TRIMURIS, admediapapua.co.id – Kepala Distrik Mamberamo Hilir, Kabupaten Mamberamo Raya, Yohanes Boleba menyampaikan masih tingginya angka kemiskinan dan keterbatasan akses transportasi masih menjadi persoalan utama masyarakat di wilayahnya.
Hal itu disampaikan Yohanes saat menerima kunjungan kerja Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, di Distrik Mamberamo Hilir, Sabtu (16/5/2026).
Menurut Yohanes, masyarakat di Distrik Mamberamo Hilir yang terdiri dari delapan kampung belum memiliki sumber ekonomi yang stabil karena perputaran uang di distrik sangat terbatas.
“Karena kami di Mamberamo Hilir ini uang tidak berputar di distrik, maka ekonomi masyarakat juga tidak berjalan baik,” kata Yohanes.

Ia menjelaskan, pendapatan warga hanya muncul ketika kapal masuk ke distrik dan masyarakat bisa menjual hasil dagangan kecil untuk kebutuhan sehari-hari.
“Hanya kalau kapal masuk baru ibu-ibu bisa jualan. Itu baru ada pendapatan,” ujarnya.
Yohanes mengatakan mayoritas warga menggantungkan hidup dari hasil hutan dan sungai. Aktivitas sehari-hari masyarakat lebih banyak berburu babi hutan, menangkap ikan, serta mencari hasil alam lainnya untuk dikonsumsi bersama keluarga.
“Kalau masyarakat pergi berburu dapat babi atau menangkap ikan, itu baru mereka bisa makan hari itu,” katanya.
Di sektor pertanian dan perkebunan, pemerintah distrik bersama dinas terkait sebenarnya telah membentuk kelompok tani. Namun hasil produksi belum mampu dipasarkan keluar distrik karena terkendala akses transportasi.
“Kalau membawa hasil dari distrik ke kabupaten harus pakai speedboat. Kendala terbesar kami memang transportasi,” ujarnya.

Yohanes mengungkapkan biaya perjalanan dari Trimuris menuju pusat kabupaten sangat mahal, bahkan bisa mencapai Rp5 juta untuk sekali perjalanan menggunakan speedboat.
“Biaya transportasi dari Trimuris ke kota paling tinggi bisa Rp5 juta sekali jalan,” ucapnya.
Ia berharap pemerintah provinsi dapat membantu membuka akses transportasi dan memperkuat pasar hasil pertanian agar ekonomi masyarakat di Mamberamo Hilir bisa berkembang. (***)
Posted in Ekonomi
JAYAPURA , admediapapua.co.id – Pemerintah Provinsi Papua kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional atas kinerja…
JAYAPURA , admediapapua.co.id – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri memaparkan tujuh isu strategis yang menjadi…
JAYAPURA, admediapapua.co.id – Pemerintah Provinsi Papua menegaskan komitmennya menjaga stabilitas inflasi daerah yang saat ini…
Jayapura, admediapapua.co.id -–Menyambut bulan September, Horison Ultima Entrop Papua menghadirkan promo spesial bertajuk “Hello September”,…
SORONG — Gubernur Papua Matius D. Fakhiri atau MDF meminta PT Bank Pembangunan Daerah Papua…
Leave a Reply