Plt Kadis Pendidikan Papua: Beasiswa Pace-Mace Diprioritaskan bagi Sekolah Kewenangan Provinsi dan Mahasiswa Berprestasi
JAKARTA , admediapapua.co.id – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama, menegaskan…
Thursday, 09 July 2026 - 02:51 WIT

JAKARTA , admediapapua.co.id – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama, menegaskan program beasiswa Pace (Pelajar Cerdas) dan Mace (Mahasiswa Cerdas) mulai berjalan dan ditujukan untuk meningkatkan akses pendidikan secara merata di seluruh wilayah Provinsi Papua.
Menurut Marthen, masih banyak masyarakat yang keliru memahami sasaran program tersebut. Ia menegaskan beasiswa Pace tidak diberikan kepada seluruh siswa SMA di Papua, melainkan hanya bagi sekolah yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Papua.
“Program Pace hanya diberikan kepada lima Sekolah Negeri Khusus (SNK) yang berada di bawah kewenangan provinsi serta sekolah luar biasa (SLB). Kami juga memberikan perhatian kepada anak-anak berkebutuhan khusus agar mereka memperoleh hak pendidikan yang sama,” katanya saat ditemui awak media Rabu (8/7/2026).
Selain itu, beasiswa Pace juga diberikan kepada pelajar berprestasi di bidang olahraga yang tetap menunjukkan prestasi akademik. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi investasi pemerintah dalam mencetak atlet profesional asal Papua.
“Anak-anak cukup fokus belajar dan berlatih. Pemerintah hadir melalui bantuan biaya pendidikan dan uang saku agar mereka bisa mengembangkan potensinya,” ujarnya.
Sementara itu, program Mace mencakup beberapa skema beasiswa, mulai dari pendidikan dokter spesialis, beasiswa S3 bagi dosen perguruan tinggi swasta, hingga beasiswa bagi 1.000 mahasiswa jenjang S1 dan S2 di dalam negeri.
Marthen menjelaskan, beasiswa dokter spesialis diprioritaskan sesuai kebutuhan tenaga medis yang diusulkan Dinas Kesehatan agar setelah menyelesaikan pendidikan para dokter dapat kembali mengabdi di Papua.
“Kami hanya membiayai program spesialis yang memang dibutuhkan rumah sakit di Papua sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Untuk beasiswa dosen, Pemerintah Provinsi Papua menyiapkan kuota bagi dosen perguruan tinggi swasta asli Papua untuk melanjutkan pendidikan doktor (S3). Langkah itu diharapkan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di daerah.
Selain itu, sebanyak 1.000 mahasiswa akan menerima beasiswa Mace melalui proses seleksi daring yang mengutamakan prestasi akademik dan kondisi ekonomi keluarga.
“Semua peserta akan bersaing secara terbuka melalui sistem online. Yang dinilai adalah prestasi akademik dan kondisi ekonomi keluarga. Tidak ada penunjukan langsung,” tegas Marthen.
Ia menambahkan, kuota beasiswa akan dibagi ke seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Papua agar manfaat program dirasakan secara merata dan tidak hanya terpusat di Kota Jayapura.
“Kami ingin setiap kabupaten memperoleh alokasi sehingga mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi swasta daerah juga mendapatkan kesempatan yang sama,” ujarnya.
Selain beasiswa, Dinas Pendidikan juga menyiapkan bantuan penyelesaian studi bagi mahasiswa yang telah memasuki semester akhir. Verifikasi penerima dilakukan melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Terkait pendanaan, Marthen mengungkapkan kebutuhan anggaran program Pace dan Mace diperkirakan mencapai Rp60 miliar hingga Rp70 miliar per tahun. Perhitungan tersebut masih dibahas bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) sebelum ditetapkan.
“Kami sudah empat kali melakukan pembahasan internal. Setelah final, anggaran akan dibahas bersama Bapperida agar program ini dapat segera direalisasikan,” katanya.
Sementara itu, program persiapan masuk sekolah kedinasan telah memasuki tahap seleksi di seluruh kabupaten dan kota. Awalnya kuota ditetapkan 30 orang, namun ditingkatkan menjadi 50 peserta karena tingginya minat pelajar Papua.
“Semua peserta memiliki kesempatan yang sama. Seleksi dilakukan secara terbuka dan objektif. Tidak ada titipan ataupun intervensi dari siapa pun,” kata Marthen.(***)
Posted in Pendidikan
JAKARTA , admediapapua.co.id – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama, menegaskan…
JAKARTA, admediapapua.co.id – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri meminta pemerintah pusat memprioritaskan putra-putri asli Papua…
JAYAPURA, admediapapua.co.id – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan Papua resmi memulai program pembinaan calon…
JAYAPURA, admediapapua.co.id – Pemerintah Provinsi Papua resmi meluncurkan Program PACE (Pelajar Cerdas) dan MACE (Mahasiswa…
JAYAPURA, admediapapua.co.id – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, secara resmi meluncurkan Kartu Pace Mace dalam…
Leave a Reply