Jaga Bahasa Ibu, Ketua PKK Papua: Ibu Adalah Madrasah Literasi Pertama bagi Anak
JAYAPURA,admediapapua.co.id – Di tengah derasnya arus modernisasi, upaya menjaga identitas lokal melalui pelestarian bahasa daerah…
Wednesday, 06 May 2026 - 22:10 WIT

JAYAPURA,admediapapua.co.id – Di tengah derasnya arus modernisasi, upaya menjaga identitas lokal melalui pelestarian bahasa daerah menjadi isu yang semakin mendesak. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Papua, Ny. Ra’fatul Mulkiyah Fakhiri, menegaskan pentingnya peran keluarga khususnya ibu dalam menjaga keberlangsungan bahasa ibu sebagai fondasi budaya dan literasi generasi muda.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Lokakarya Pelestarian Bahasa Ibu dan Peningkatan Literasi di Tengah Keluarga yang digelar di Aula Lukmen Gedung Negara Do V Jayapura, Rabu (6/5/2026).
ia menekankan bahwa bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, melainkan representasi identitas, sejarah, dan nilai-nilai leluhur yang diwariskan lintas generasi.

“Ketika kita berbicara tentang bahasa daerah, sesungguhnya kita sedang menjaga suara nenek moyang yang hidup dalam tutur kita. Dan yang pertama kali mengenalkannya kepada anak bukan sekolah atau buku, tetapi seorang ibu,” ujarnya di hadapan peserta yang terdiri dari pengurus PKK, tokoh pendidikan, serta pemangku kepentingan lainnya.
Ny. Ra’fatul juga menyoroti dinamika baru dalam keluarga akibat perkembangan teknologi digital. Ia mengingatkan bahwa kemudahan akses informasi harus diimbangi dengan peran aktif orang tua dalam membangun literasi yang bermakna.
Menurutnya, literasi tidak boleh dipahami secara sempit sebagai kemampuan membaca dan menulis semata. Lebih dari itu, literasi mencakup kemampuan berdialog, berpikir kritis, serta menanamkan nilai-nilai kehidupan.
“Rumah harus menjadi ruang aman bagi anak untuk bertanya, berdiskusi, dan belajar. Literasi dimulai dari percakapan sederhana di rumah, yang sekaligus menanamkan identitas mereka sebagai anak Papua,” jelasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Balai Bahasa Provinsi Papua serta jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Papua. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu mendorong pelestarian bahasa ibu menjadi gerakan nyata yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Ny. Ra’fatul menegaskan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil di lingkungan keluarga. Ia mengajak seluruh pihak untuk menjadikan rumah sebagai pusat pembelajaran pertama yang menanamkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya lokal.
Melalui sinergi antara PKK, lembaga bahasa, dan dunia pendidikan, diharapkan pelestarian bahasa ibu dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun generasi Papua yang literat, berkarakter, dan tetap berakar pada warisan budayanya.(*)
Posted in Pemerintahan
JAYAPURA,admediapapua.co.id – Di tengah derasnya arus modernisasi, upaya menjaga identitas lokal melalui pelestarian bahasa daerah…
JAYAPURA, admediapapua.co.id – Majelis Rakyat Papua (MRP) secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap arah kebijakan…
JAYAPURA, admediapapua.co.id – Juru Bicara Gubernur Papua, Muhammad Rifai Darus, meluruskan pemberitaan yang berkembang terkait…
JAYAPURA, admediapapua.co.id – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Papua menyerahkan bantuan lima unit mesin…
JAYAPURA, admediapapua.co.id – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Papua, Ny. Ra’fatul Mulkiyah Fakhiri, secara resmi…
Leave a Reply