Gubernur Papua Barat Daya Buka Puasa Bersama Wartawan, Tegaskan Media Mitra Pemerintah
Sorong, admediapapua.co.id – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik…
Friday, 06 March 2026 - 06:29 WIT
Sorong, admediapapua.co.id – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Loka Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sorong melakukan intensifikasi pengawasan terhadap peredaran pangan di wilayah Papua Barat Daya. Pengawasan tersebut menyasar distributor, swalayan, toko kelontong hingga penjualan takjil di berbagai titik keramaian.

Kepala Loka POM Sorong, Rizki Okprastowo, S.Farm, Apt, menyampaikan bahwa kegiatan pengawasan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tahun menjelang hari raya untuk memastikan keamanan pangan yang beredar di masyarakat.
Hal itu disampaikan Rizki saat ditemui di Kantor Loka BPOM Sorong, Jumat (06/03/2026).
Ia menjelaskan bahwa intensifikasi pengawasan sudah dimulai sejak 19 Februari 2026 dan akan berlangsung dalam lima tahap hingga mendekati Hari Raya Idulfitri.
“Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kita ada intensifikasi pengawasan selama hari raya. Jadi sudah kita mulai dari tanggal 19 Februari kemarin sebenarnya. Ini sudah kita masuk ke tahap tiga. Jadi totalnya ada lima tahap sampai menjelang lebaran besok,” ujarnya.
Menurutnya, pengawasan dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah di Papua Barat Daya. Pada tahap pertama kegiatan dilakukan di Kota Sorong, kemudian tahap kedua dilaksanakan di Kabupaten Sorong dan Sorong Selatan, sementara tahap ketiga menyasar wilayah Raja Ampat.
“Lokasinya kalau tahap satu itu di kota, tahap dua di Sorong Selatan dengan Kabupaten Sorong, tahap tiga di Raja Ampat. Jadi teman-teman baru kembali dari Raja Ampat kemarin,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, BPOM melakukan pemeriksaan langsung di berbagai sarana distribusi pangan seperti distributor, swalayan hingga toko-toko kelontong. Selain itu, tim juga melakukan pengawasan dan pengambilan sampel pada makanan takjil yang dijual di sejumlah titik keramaian masyarakat.
“Untuk pengawasannya tentu beberapa ada yang terkait di distributor, kemudian ada di swalayan-swalayan, kemudian di toko-toko kelontong juga melaksanakan. Terus untuk takjil juga di beberapa titik yang ada penjualan takjil ramai, kita juga sampling di situ,” katanya.
Rizki mengungkapkan bahwa dalam pemeriksaan takjil, pihaknya melakukan pengujian menggunakan empat parameter bahan berbahaya yang dilarang digunakan dalam pangan.
“Kalau untuk takjil sendiri memang kita pakai empat parameter bahan berbahaya yaitu formalin, boraks, rhodamin B, dan methanyl yellow. Itu yang tidak boleh ada di pangan,” ungkapnya.
Dari hasil pengawasan tahap pertama hingga tahap ketiga, BPOM Sorong masih menemukan beberapa produk pangan yang telah kedaluwarsa di sejumlah toko. Namun produk tersebut langsung dimusnahkan oleh pemiliknya agar tidak lagi beredar di masyarakat.
“Pemeriksaan sarananya termasuk bentuknya kebanyakan masih terdapat produk-produk yang kedaluwarsa di toko-toko. Tapi memang saat itu langsung dimusnahkan oleh pemiliknya, jadi memang sudah tidak beredar lagi,” jelasnya.
Meski demikian, ia memastikan hasil pemeriksaan terhadap sampel takjil di beberapa kabupaten menunjukkan hasil yang aman dan tidak ditemukan kandungan bahan kimia berbahaya.
“Untuk takjil sendiri dari keempat kabupaten tersebut kemarin disampling dan diuji parameter kimia bahan berbahaya tadi, alhamdulillah tidak ada yang mengandung bahan kimia berbahaya, jadi masih aman dikonsumsi oleh masyarakat,” tambahnya.
BPOM Sorong juga mengimbau masyarakat maupun pelaku usaha agar menggunakan bahan yang memang diperuntukkan bagi pangan dan tidak menggunakan bahan berbahaya seperti pewarna tekstil.
“Untuk takjil jelas tetap harus pakai produk yang memang khusus untuk pangan. Jangan pakai produk yang aneh-aneh, seperti pewarna pakaian yang digunakan untuk pangan seperti Rhodamin B atau Methanyl Yellow,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan intensifikasi pengawasan akan terus berlanjut hingga mendekati Hari Raya Idulfitri dengan menyasar wilayah kabupaten lain di Papua Barat Daya.
“Minggu besok kita mulai lagi untuk tahap empat dan lima untuk kabupaten sisanya, yaitu Tambrauw dan Maybrat,” tutupnya.[RED]
Posted in Daerah, Ekonomi, Kabupaten Sorong, Kesehatan, Papua Barat Daya, Sorong
Sorong, admediapapua.co.id – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik…
Sorong, admediapapua.co.id – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Loka Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sorong melakukan…
JAYAPURA, admediapapua.co.id – Pemerintah Provinsi Papua didorong untuk menjadi daerah pertama di wilayah kerja Kantor…
Aimas, admediapapua.co.id – Kegiatan Sosialisasi Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Desa dalam mendukung program prioritas Presiden…
Aimas, admediapapua.co.id – Pemerintah Kabupaten Sorong bersama Kementerian Dalam Negeri menggelar kegiatan Sosialisasi Penguatan Tata…
Leave a Reply